Mengapa Montessori… Apa sih yang unik? (part 2)


c2521bfee169c226099b9168e0b93ff0_XL
Metode Montessori atau pendidikan ala Montessori tercetus melalui perjalanan panjang Dr. Maria Montessori dalam menggeluti dunia anak-anak, baik medis maupun psikologisnya. Beliau menemukan sejumlah sudut pandang tentang perkembangan anak dalam kaitannya dengan sistem pendidikan. Montessori sangat menekankan pada aspek perkembangan dan kebutuhan individu sebagai pijakan dalam menyusun pedagoginya.
“Pendidikan adalah mempersiapkan kehidupan, tidak hanya sekedar memberikan kemampuan intelektual”, begitu kata Dr. Montessori. Menurutnya naluri anak-anak sendiri memiliki satu tujuan, yaitu pengembangan dirinya. Anak-anak sendiri sebetulnya berusaha mati-matian ingin mengembangkan potensi dirinya dan kemampuannya untuk menghadapi dunia yang kompleks dan asing baginya. Anak yang mampu mencapai perkembangan ini sejalan dengan dunianya dan pada akhirnya menjadi manusia seutuhnya.
Hasil eksplorasi Montessori menyimpulkan adanya fakta bahwa daya pikir anak usia dini itu sangat peka dan bersifat ‘siap-serap’ (absorbent mind), maka sangatlah penting menyiapkan lingkungan yang memadai agar dapat melatih seluruh penginderaannya serta menstimulasi rasa ingin tahunya. Kebutuhan dasarnya itu haruslah terpenuhi untuk melindungi dari kegagalan yang tidak perlu.
Prinsip Montessori pada praktiknya mengharuskan adanya perencanaan yang matang dan teliti dalam mendesain pembuatan bahan ajar (Montessori material). Karena material ini layaknya guru bagi anak (self-teaching devices), yang dibuat secara berurutan dan berjenjang sesuai dengan tahap pencapaian masing-masing anak. Desain Material Montessori tersebut sekarang ini sudah diterima secara umum serta didukung oleh hasil penelitian mutakhir. Ciri khas sekolah Montessori dapat dilihat dari persiapan lingkungan belajar, anak, dan guru.

“We discovered that education is not something which the teacher does, but that it is a natural process which develop spontaneously in the human being” _Maria Montessori

(Kita temukan bahwa pendidikan bukanlah sekedar apa yang guru lakukan, melainkan sebuah proses alami yang berkembang secara spontan pada diri manusia).

Layak share? Sebarkan
Leave the first comment

Pos Terkait